ACUAN DESIGN NECK PADA KONTAINER PLASTIK DAN STANDARISASI

 

DISUSUN OLEH : ALEXANDER R HERMAWAN

Pada design neck kontainer plastik ( botol , jerigen , gallon , toples , jar dan yang sejenis ), biasanya direncanakan sesuai dengan penggunaan jenis tutup yang direncanakan . Di mana standard dimensi untuk tutup kontainer plastik tersebut , akan menyesuaikan dengan nilai ukuran yang dikehendaki pada design neck pada container.

Dalam topik kali ini, yang ingin kami sampaikan adalah metode design neck untuk botol atau jerigen plastik , yang mempergunakan proses sistem blow molding, dengan tutup kemasan yang tidak menggunakan anti leaking lid ataupun plug insert , tetapi langsung dari lips ring yang menyatu dari tutupnya .

Metode ini paling banyak digunakan karena tidak mempergunakan banyak part, selain itu tingkat ketahanan terhadap kebocoran sangat tinggi, sehingga banyak disukai oleh produser kemasan plastik dalam pemenuhan kebutuhan pasar , terutama untuk produk-produk dalam kemasan plastik, seperti : air minum dalam kemasan, obat-obatan yang berupa sirup, minyak goreng dalam kemasan jerigen, produk shampoo ataupun sabun cair dalam kemasan , dan banyak yang lainnya.

Dalam hal ini, secara prinsip, acuan kami menggunakan Design Software 3D Solidworks dan Autocad Mechanicak 2015 untuk 2d drawing, tetapi untuk aplikasi dengan software lain kiranya secara garis besar mempunyai prinsip-prinsip yang sama sehingga dapat diterapkan pula dalam garis besarnya .

 

STANDARISASI NECK UNTUK KEMASAN PLASTIK

Standard Plastic Industry ( SPI ) , yang merupakan acuan standard untuk industri plastik internasional , telah merilis standard ukuran neck untuk produk-produk kemasan yang dapat terbagi dalam 3 kategori , yaitu  SPI – 400 , SPI – 415 , dan SPI – 425 .  Berdasarkan kategorinya , yang dapat membedakan masing-masing kategori tersebut adalah :

  • SPI – 400 , adalah standarisasi untuk neck kemasan plastik yang mempergunakan ulir dengan jumlah putarannya adalah 1 ( satu putaran ulir ) .
  • SPI – 415 , adalah standarisasi untuk neck kemasan plastik yang mempergunakan ulir dengan jumlah putarannya adalah 1,5 ( satu setengah putaran ulir ) .
  • SPI – 425 , adalah standarisasi untuk neck kemasan plastik yang mempergunakan ulir dengan jumlah putarannya adalah 2 ( dua putaran ulir ) .

               SP – 400                         SP – 415                             SP – 425

SP 400 - 22 SP 415 - 22 SP 425 - 22

 

Dalam Table Spesifikasi Neck dan Ulir, maka ukuran-ukuran yang diperlukan dalam mendiskripsikan standard tersebut adalah , sebagai berikut :

TABEL STANDARD

Dalam bentuk dan ukuran thread , terdapat 2 type standard yaitu , type “ L “ dan type “ M “ , yang mempunyai perbedaan pada spesifikasi penempatan dan penggunaan sudutnya.

Dengan berdasarkan pada spesifikasi Tinggi Neck ( H ) , juga nilai pitch yang berdasarkan dari jumlah ulir pada tiap inchnya ( TPI ) , maka penentuan standard yang diberlakukan , dapat ditentukan dengan kode yang mencakup spesifikasi thread sebagaimana mengacu pada tabel thread tersebut di atas, dengan detail untuk profil thread , baik type “ L “ ataupun type “ M “ , yang mengacu pada detail dan spesifikasi dasar , sebagaimana tersebut dalam gambar berikut :

SP – 400 , 1 putaran ulir

SP 400 DWG

CODE USED

   

CODE USED 2

CODE USED 3

Sebagai contoh penggunaannya adalah sebagaimana tampak pada gambar di samping , yaitu code penggunaan neck  SP-400-L-22 pada design anda , maka yang dimaksud adalah :

Neck botol yang ingin anda gunakan adalah standard SPI , dengan 1 putaran ulir  ( kode SP-400 ) , 1 1/2 putaran ulir ( kode SP-415 ) atau 2 putaran ulir ( kode SP-425 ) , dan type bentuk thread adalah “L” ( lihat detail thread type “L” ) dan diameter utama neck adalah 22 ( Lihat Tabel Type  Thread )

Yang perlu anda perhatikan juga adalah ukuran pitch , di mana pada tabel untuk ukuran Type Thread 22 , pada Thread Per Inch ( TPI ) tercantum angka 8 yang berarti , pada setiap 1 inch , terdapat 8 putaran thread .

Sehingga nilai pitch-nya adalah ;

25,4  :  8  =  3.175   mm 

 

SP – 415 , 1 – 1/2 putaran ulir

SP 415 DWG

Perlu anda perhatikan juga, bahwa Standard SP – 400 berlaku untuk type thread dengan ukuran diameter 13 himgga 120 mm , Standard SP – 415 berlaku untuk type thread dengan ukuran diameter 18 hingga 28 mm , dan  Standard SP – 425 berlaku untuk type thread dengan ukuran diameter 13 hingga 28 mm . Perhatikan pada Tabel Thread ntuk ukuran nominalnya .

SP – 425 , 2 putaran ulir

SP 425 DWG

 

PENERAPAN DALAM DESIGN NECK PADA KONTAINER

Dalam menggambarkan secara visual dalam 3d Design / Solid Modeling, beberapa provider software untuk 3d Design / Modeling , tampaknya belum ada yang mempunyai perintah-perintah khusus berkenaan dengan design visual / modeling untuk hal tersebut, yaitu pada pembuatan ulirnya . Meskipun secara prinsip , pada perintah-perintah yang menghasilkan wireframe  3d pitch , lengkap dengan ketentuan pitch , diameter ulir ataupun jumlah ulir yang dikehendaki, sudah dimiliki, tetapi untuk sentuhan akhir , baik secara visual ataupun menjadi acuan dimensi belum ada , sehingga perlu trick khusus untuk menampilkannya , berikut contoh sederhana dapat kami tampilkan dalam video berikut ini :

VIDEO DESIGN NECK DALAM 3D MODELING

https://youtu.be/suV2qFs9M6M

 

Hal lain yang perlu anda perhatikan juga, bentuk profile pada ulasan design ini , sebagaimana disinggung pada alinea pembukaan, bahwa , pada sistem blowing, untuk memampatkan material plastik pada area yang bersentuhan langsung dengan lips ring pada cap, diperlukan tekanan yang cukup pada saat proses produksi.

Dalam hal ini, proses pembentukan lubang pada mulut botol , dibuat step sebagai mana ilustrasi pada neck tersebut, di mana blow pin–nya dipersiapkan sedemikian rupa, dimaksudkan pada saat terjadinya tekanan blow pin terhadap lubang pemasukannya, pada saat blow pin diturunkan, akan memampatkan material plastik ke arah yang berhubungan langsung dengan striker plate , di mana ring cutting sleeve  sekaligus akan  memutuskan titik kritis pada sudut lobang pemasukan yang bertumpu pada striker plate, sehingga aval plastik yang bersisa dapat terpotong dengan mudah, dan hasil pemampatan untuk posisi lips ring , dapat terjadi dengan sempurna, yang mendekati nilai shrinkage sebagaimana dihasilkan pada proses injection .

pemampatan

 

— o O o —

Posted in ENGINEERING EXPERIENCE | Leave a comment

AL-KHWARIZMI : SEJARAH MATEMATIKA MASA LALU

 

Disadur dari : Buletin Sadarlah! Edisi Bulan Mei 2015

Oleh   : Alexander Hermawan

al-Khwarizmi

FAKTA SEJARAH

  • Bentuk yang lebih sederhana dari angka-angka modern ( penulisan angka yang dipergunakan sekarang ini ) , ternyata sudah dipergunakan di India sejak abad ke 3 sebelum masehi.
  • Para ahli Matematika yang beragama Hindu , membawa ilmu mereka ke istana Kalif al-Mansur, di Bagdad .
  • Buku Calculation With Indian Numerals yang di tulis oleh al-Khwarizmi , memperkenalkan sistem angka desimal. Penjelasan di dalam buku tersebut dibuat berdasarkan konsep-konsep yang terdapat dalam dokumen yang lebih tua, termasuk dokumen Yunani, Ibrani dan Hindu .

AL-KHWARIZMI

Banyak orang telah menggunakan sistem angka Hindu-Arab untuk menghitung berat, beban ataupun pembiayaan-pembiayaan dalam kalkulasi-kalkulasi yang mereka lakukan.

Mengapa “ Hindu-Arab” ? Dasar dari sistem angka modern yang menggunakan bilangan dari nol ( 0 ) hingga sembilan ( 9 ) sepertinya telah dikembangkan di India yang berkebudayaan Hindu, demikian pada mulanya . Belakangan kemudian , sistem tersebut kemudian di bawa ke Barat oleh para ahli pada jaman Pertengahan yang menuliskannya dalam Bahasa Arab .

Salah satu penulis sains Matematika yang paling terkenal dari Timur Tengah adalah Muhammad bin Musa al-Khwarizmi,  yang lahir pada sekitar tahun 780 Masehi, di daerah yang mungkin sekarang ini termasuk dalam wilayah Uzbekistan . Dan al-Khwarizmi kemudian disebut sebagai “ pakar Matematika Arab “ . Mengapa bisa memperoleh sebutan demikian ?

 

PAKAR MATEMATIKA ARAB

AL-KHWARIZMI menuliskan cara menggunakan bilangan desimal. Dia juga menjelaskan dan mempopulerkan sebuah cara untuk menyelesaikan masalah Matematika tertentu. Dia menjelaskannya dalam buku Kitab al-jabr wa‘l-muqabala ( The Book of Restoring and Balancing ) .

Kata al-jabr yang berasal dari judul buku tersebut menjadi asal kata algebra dalam bahasa Inggris , atau aljabar dalam Bahasa Indonesia . Seorang penulis artikel Ilmu Pengetahuan bernama Ehsan Masood , mengatakan bahwa , Aljabar adalah merupakan “ salah satu metode Matematika paling penting yang pernah ditemukan . Ini mendukung semua segi Ilmu Pengetahuan .” 1

Seorang penulis berkata, “ Banyak sekali anak Sekolah Menengah Atas , yang merasa bahwa al-Khwarizmi seharusnya tidak menemukan Aljabar .” Meskipun begitu , al-Khwarizmi sebenarnya hanya ingin mempermudah perhitungan dagang , pembagian warisan, survei dan lain-lainnya .

Berabad-abad kemudian, para Ahli Matematika  dari Barat , termasuk Galileo dan Fibonnaci , sangat menghargai penjelasan al-Kwharizmi yang terperinci tentang cara penggunaan Persamaan . Penjelasan al-Khwarizmi ini kemudian menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut tentang Aljabar , Aritmatika dan Trigonometri . Karena dari Ilmu Trigonometri tersebut, para Ahli dari Timur Tengah bisa menghitung nilai sudut dan sisi dari segitiga serta lebih memahami Ilmu Astronomi. 2

Dengan metode al-Khaarzmi tersebut pula, banyak yang kemudian menemukan cara baru menggunakan pecahan desimal serta menghitung luas dan volume . Arsitek dan tukang bangunan dari Timur Tengah telah menggunakan metode itu sejak lama. Belakangan , orang Barat baru mempelajari metode tersebut , pada masa perang salib. Mereka membawa pengetahuan itu ke negeri asal mereka , dengan bantuan para tawanan dan pendatang Muslim yang berpendidikan .

 

PENYEBARAN MATEMATIKA ARAB

Belakangan pula, buku milik al-Khwarizmi diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin. Seorang Ahli Matematika dari Italia yang bernama Fibonnaci , yang juga disebut sebagai Leonardo  dari Pisa , dianggap berjasa karena mempopulerkan sistem angka Hindu Arab di Barat . Fibonnaci mempelajari hal-hal tersebut selama perjalanannya ke daerah Mediterania , dan setelah itu menuliskannya di dalam bukunya , Book of Calculation .

Memerlukan waktu berabad-abad lamanya hingga akhirnya metode al-Khwarizmi diketahui oleh banyak orang dan telah dpergunakan dengan luas . Dan sekarang , metode Matematikanya sudah menjadi bagian penting dari Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi, bahkan hingga dunia Perdagangan dan Industri .

Aljabar : “ Salah satu metode Matematika yang paling penting yang pernah ditemukan . “

  WARISAN TAK TERNILAI

” Warisan Matematika ( yang di tinggalkan oleh para Ahli dari Timur Tengah pada abad pertengahan ) sangat besar manfaatnya dan berharga. ” – Science and Islam , oleh Ehsan Masood .

“ Sistem angka Barat modern mungkin berasal dari banyak sumber. Tetapi, sejauh yang kita ketahui , negara yang pertama kali menggunakan sistem angka ini secara luas adalah India . “ – Britanica Online  Encyclopedia.

Di Eropa, sistem angka Hindu-Arab “ mulai dikenal banyak orang pada abad ke – 15 Masehi . “ – Enclycopedia of Society and Culture in the Medieval World .

 

Salah satu contoh , betapa sederhananya penulisan sistem angka Hindu – Arab

Angka 188 adalah ; CLXXXVIII dalam penulisan sistem angka Romawi .

 

CATATAN KAKI

1. Dalam Aljabar modern nilai yang tidak diketahui, dilambangkan dengan huruf seperti x atau y . Contohnya pada persamaan x + 4 = 6 , Jika nilai dari kedua sisi persamaan ini dikurangi 4 , maka x = 2 .

2. Para Ahli astronomi Yunani menemukan cara menghitung nilai sudut dan sisi dari suatu segitiga. Para Ahli yang berasal dari Timur Tengah yang menganut Islam, menggunakan Trigonometri untuk mencari arah Mekah ( Ka’abah ) . Terdapat beberapa hal sehubungan dengan arah Mekah ; Saat berdoa orang Muslim diharuskan menghadap ke Mekah , tradisi mereka pula yang menuntut agar orang Muslim yang meninggal diharuskan dikubur dengan menghadap ke Mekah , demikian pula pada saat menyembelih binatang , mereka harus menghadap ke Ka’abah .

Posted in ENGINEERING HISTORICAL | Leave a comment

15 LANGKAH PRAKTIS DENGAN SOLIDWORKS DALAM DESAIN BLOW MOLDING

 

Disusun oleh : Alexander Hermawan.

1- 3D BOTTLE

 

KETENTUAN YANG MENDASARI DESAIN PRODUK

Dalam mendesain Blow Molding , banyak sekali faktor-faktor yang perlu diperhatikan .  Tetapi, untuk teori praktis , bagi anda yang baru memulai  dalam  bidang desain Blow Molding , tak ada salahnya , jika anda bisa mempraktekan secara langsung , dengan tehnologi 3d solid modelling , di mana penerapan secara langsung menggunakan tehnik solid dan beberapa kombinasi penggunaan surface / plane , serta perintah-perintah aplikasi yang sering di manfaatkan . Untuk mempermudah pekerjaan anda , dengan metode  penggunaan  software Solidworks, dari DDS Dasault Systeme . Tentunya andapun dapat mempraktekan pada software untuk 3d solid modelling yang lain , hanya metode , urutan serta perintah-perintah yang digunakan tentunya dapat berbeda , meskipun prinsip dasarnya adalah sama .

PERTAMA , yang perlu kita perhatikan adalah bahan dari produk plastik yang akan direncanakan . Dalam hal ini , di ambil sample dari sebuah desain Jerigen ( Jerycan ) untuk kapasitas 5000 ml ( 5 liter ) isi , yang direncanakan  menggunakan bahan plastik jenis HDPE ( High Density Polyethylene ) .

Berdasarkan karasteristik umum , plastik jenis HDPE , mempunyai faktor penyusutan ( shrinkage ) sebesar 2 % hingga 2.5 % . Dan Berat Jenisnya adalah sebesar 0.000952 gr /mm3 . Dalam software untuk design 3d solid modelling, Solidworks , penggunaan material ini dapat diterapkan dari menu : Material Editor, yang dapat anda temukan pada Area Hirerarki paling atas sebelum  urutan 3 plane dasar ( Top , Front and Side plane ) .

Pastikan pada design anda , untuk bagian neck dan body Jerican , dibuat terpisah , dalam hal ini masing-masing menjadi satu bagian solid ( solid body ) / knit surface ( body surface ) , yang tidak di combine / merge dengan  solid/surface dari hasil perintah yang lainnya . Ini dimaksudkan , agar pada kalkulasi selanjutnya , sewaktu terjadi perubahan volume , ukuran neck yang sudah pasti tidak mengalami perubahan ( berkaitan dengan penggunaan jenis tutup , yang menggunakan penerapan standarisasi ulir dan diameter tutup plastik – cap / closure  ).

 

0 - 3D BOTTLE materials

( Jika anda menginginkan sample design 3d Solid  Modelling seperti pada sample latihan anda , silakan inbox atau mengisi data alamat email pada kolom isian comment blog ini , kami akan kirimkan data 3d solid modelling sample ke alamat anda . Untuk pengguna  software selain Solidworks , dapat kami berikan dalam format Parasolid )

KEDUA , Dari 2 karakteristik untuk bahan plastik HDPE tersebut di atas , kita kemudian dapat menentukan , berapa berat bahan plastik yang akan dipergunakan , karena ini akan berpengaruh terhadap volume solid dari design produk , yang dikurangi faktor-faktor lainnya , seperti overflow volume yang diperlukan , volume bahan plastik ( selubung yang membentuk produk dengan ketebalan tertentu ) juga toleransi yang diperlukan .

Dalam Hal ini , untuk ketentuan volume 5000 ml ( 5 liter ) dari design Jerycan yang kita buat , akan meliputi sebagai berikut :

 

A. Volume isi

Yaitu Volume isi yang di samakan dengan volume zat cair ( Air ) yang terhitung dengan Berat Jenis = 1 kg / dm3  , yang sama dan sebanding dengan berat volume air sebanyak 1 liter ( 1000 ml / cc ) , atau jika ; 1 dm = 100 mm , maka volumenya adalah sebesar , 100^3 = 1.000.000 mm3

Sebagai acuan dasar , untuk desain Jerican dengan volume  5000 ml / cc  ( 5 liter ) , maka konversi volume dalam mm3 , adalah sebesar ; 5 lt x 1.000.000 mm3 = 5.000.000 mm3 .

 

B. Volume Overflow

Adalah volume yang diperhitungkan sebagai ruangan bebas yang diperlukan pada saat pengisian , sehingga pada waktu proses pengisian cairan , ruangan yang diperlukan dapat menampung udara yang terdesak karena pengisian , juga pemuaian yang menimbulkan tekanan ( gas-gas yang dihasilkan dari cairan isi ) , sehingga isinya tidak tumpah atau luber , karena adanya ruangan yang lebih , dan udara yang terjebak di dalamnya dapat keluar .

Volume ini diperhitungkan berdasarkan prosentase dari volume isi yang diperlukan . nilai 10% dari volume isi ; 5000 ml , diperhitungkan dapat memenuhi ketentuan yang diharapkan . Selain itu , nilai toleransi dalam proses pengisian sebesar 1% hingga 5% ( tergantung dari besar kecilnya volume yang diisikan ) , baik plus atau minus dari volume isi , yang diperhitungkan pula sebagai nilai keamanan pada saat proses pengisian Jerycan , dapat tercover .

Dengan demikian , untuk volume 5.000.000 mm3 , mempunyai nilai overflow sebesar 10% , yaitu ; 5.000.000 mm3 x 10% = 500.000 mm3 , sehingga volume isi ruangan total yang diperlukan , menjadi ;

5.000.000 mm3 + 500.000 mm3 = 5.500.000 mm3 .

Jika pengisian berlangsung mengalami surplus 5% , atau isi  menjadi lebih sebesar ; 5.000.000 mm3 x 5% = 250.000 mm3 , maka , ruangan tersisa yang masih mampu menampung udara setelah pengisian, menjadi sebesar ;

5.500.000 mm3 – ( 5.000.000 mm3 + 250.000 mm3 ) = 250.000 mm3.

 

C. Volume Berat Produk

Adalah Volume daripada berat bahan plastik Jerycan itu sendiri ,  dalam hal ini adalah selubung dari seluruh permukaan Jerycan yang berbahan plastik dengan ketebalan tertentu . Karena secara prinsip pada design Jerycan tidak perlu mendiskripsikan ketebalan permukaan plastik yang bervariatif , dari permukaan luar yang berhubungan langsung dengan Cavity cetakan dengan permukaan dalam yang terkena tiupan ( blowing ) dalam pembentukan , maka , secara rata-rata , ketebalan dapat ditentukan berdasarkan hasil pengetesan yang telah dilakukan , untuk ketahanan ketebalan material terhadap cracking yang terjadi , yang dijatuhkan pada ketinggian tertentu , untuk masing-masing jenis produk dan bahan plastik  hasil dari blow molding process.

Dalam hal ini , dengan ketebalan rata-rata sebesar 0.65 mm  hingga 0,85 mm untuk produk Jerycan , maka volume plastik yang diperlukan dapat diketahui , berdasarkan perhitungan luasan selubung ( surface ) yang diperlukan , atau dengan program  komputer yang mampu mengkalkulasikan bentuk-bentuk variable dari setiap design Jerycan yang dibuat . Selain itu , dengan metode 3d solid modelling , secara praktis , ini dapat kita lakukan terlebih dahu , sebelum kita dapat menentukan , berapa berat bahan plastik yang diperlukan .

Ini sangat mutlak diperlukan , dalam hal kalkulasi penggunaan bahan , terutama pada proses perencanaan produksi yang akan dilakukan , selain berhubungan dengan nilai bahan yang diperlukan , kalkulasi biaya pemakaian bahan , juga nilai jual produk , dapat diketahui , meskipun belum dilaksanankan di produksi. Tentunya ini sangat mempercepat kalkulasi marketing dalam menentukan nilai jual produk , atau perencanaan produksi dalam persiapan bahan dan pembiayaan produksi.

 

0 - 3D BOTTLE property

KETIGA , Dari petunjuk perhitungan tersebut di atas , volume ruangan yang kita perlukan dapat diketahui adalah sebesar 5.500.000 mm3 . Jika hasil design yang kita lakukan ternyata hanya menghasilkan nilai di bawahnya ( lihat pada gambar di atas , volume yang tercapai dari 3d solid modelling diatas adalah sebesar 5.305.812.07 mm3 ) . Tentunya kita tidak perlu khawatir , karena , dalam design 3d solid modelling kita dapat merubah parameter-parameter dimensinya , sehingga hasilnya dapat proposional .

Selanjutnya , kita dapat melakukan perintah shell terlebih dahulu untuk mengetahui volume berat produk yang kita rencanakan . Dalam hal ini , antara neck dan body Jerycan dapat anda lakukan combine terlebih dahulu, sehingga kalkulasi dapat terlaksana sekaligus , tapi meskipun begitu , anda dapat pula melakukan eksekusi shell secara terpisah .

0 - 3D BOTTLE shell 3

Anda dapat memasukan nilai variable ketebalan pada kolom parameter sebesar 0.7 mm , nilai ini akan mengasumsikan ketebalan bahan plastik yang direncanakan rata-rata adalah sebesar 0.7 mm , untuk keseluruhan permukaan Jerican . Dan posisi selubung yang terbuka , terletak pada permukaan rata pada neck bagian atas , sebagai ilustrasi lobang pemasukan / pengisian pada Jerycan .

0 - 3D BOTTLE shell

Dari kalkulasi komputer , dihasilkan berat material HDPE yang diperlukan adalah sebesar 123.44 gram ( hasil ini dapat berbeda , untuk beberapa jenis plastik HDPE yang mempunyai berat jenis yang tidak sama ) , dan volumetrik bahan yang dipergunakan adalah sebesar 129.662,25 mm3.

Dari hasil kalkulasi komputer untuk 3d solid modelling ( sebelum proses shell ) , volume total yang tercapai adalah sebesar ; 5.305.812.07 mm3 . dikurangi volume selubung , atau volume bahan plastik sebesar 129.662,25 mm3 , maka volume ruangan menjadi sebesar ;

5.305.812.07 mm3129.662,25 mm3  = 5.176.149,82 mm3 ,

dibandingkan dengan volume isi cairan yang dikehendaki , sebesar 5.000.000 mm3 , maka sebenarnya volume design dari Jerycan tersebut sudah lebih , dalam hal ini  ; 

5.176.149,82 mm3   :  5.000.000 mm3 = 1.035229964 ,  atau senilai 103.52%

Tetapi , berdasarkan ketentuan maksimal volume ruangan untuk Jerican yang harus tercapai , yang harus anda perhatikan adalah sebesar =

100% volume + 10% overflow + 5% vol toleransi  = 115% volume

 

KELIMA , perbesaran volume diperlukan , dan dapat dilakukan dengan metode skala proposional untuk volume yang terkalkulasi dari design berbanding dengan ketentuan volume yang dikehendaki , yang seharusnya .

Anda dapat mengacu pada ulasan blog kami per bulan Juni 2014 , yang kami upload dengan judul blog sebagai berikut  :

MENENTUKAN 3D FORMULA , AGAR DESIGN ANDA TIDAK MUBASIR DAN HASILNYA TETAP PROPOSIONAL

Secara terpisah , kami sudah membuat ulasan sehubungan dengan kalkulasi volume yang diperlukan dalam pembuatan  design Jerycan / botol .

 

KEENAM , Setelah langkah KELIMA selesai , secara proposional , design anda sudah mencapai ketentuan volume yang dikehendaki , selanjutnya kita melangkap pada tahapan untuk design moldingnya .  Dalam hal ini , lakukan combine antara solid neck dan solid body, sehingga  design 3d Solid Modelling anda menjadi 1 unit solid body . Untuk perintah shell yang sudah anda lakukan , dapat anda suppress terlebih dahulu , atau di delete , setelah kalkulasi volume anda sesuai dengan volume solid  yang dikehendaki  sebesar 5.500.000 mm3 , dengan volume berat bahan plastik sebesar 129.662,25 mm3 .

Kemudian bukalah menu untuk pembuatan part baru ( New ) , dan nama file baru ( Part1.prt ) , untuk design / pembuatan part baru . Metode yang kita terapkan di sini , adalah memanfaatkan metode design part baru dari solid body , untuk menentukan part-part lain dengan perintah split , combine , dan insert into part dan beberapa perintah-perintah lain yang berkaitan dengan pembuatan solid body yang dihasilkan dari proses pada area design part .

Dalam hal ini , kita tidak melakukan awal  design mold dari Assembling design, karena pembuatan part melalui solid body lebih mempermudah akses di dalam satu area design part , sebagaimana pada proses area assembling design dapat dilakukan dengan new part design . Tetapi karena area kerja berada di dalam akses satu windows untuk pembuatan part saja , maka komputer akan bekerja lebih cepat , dibandingkan jika bekerja dengan multiple windows design new part , seperti pada area kerja Assembling Design. Tetapi , untuk hal bekerja dalam Area Assembling Design tersebut , akan kita terapkan pada langkah selanjutnya .

Setelah open new part , aktifkan semua plane dengan menekan masing-masing plane, klik tombol mouse kanan , lalu pilih option menu untuk show atau hide ( icon gambar kacamata ) , sehingga masing-masing plane dapat ditampilkan dan aktif ( Top plane , Front plane dan Right plane ) , pastikan pula menu pulldown  tampilan pada area kerja (  icon kacamata juga ) mengaktifkan tampilan plane .

2 - OPEN NEW

Dari menu pull down Insert , pilihlah sub menu Part  , maka anda akan diarahkan pada tahapan memasukan file atau memasukan data part mana yang akan digunakan dalam area design part baru anda di Part1.prt . Pilihlah file 3d design modelling untuk Jerycan ( 5000 ml – Helix.prt ) yang akan anda buat design moldnya dari lokasi direktori penyimpanan anda , pilihan centang untuk parameter utama yang diperlukan , misalnya posisi plane atau koordinat system dapat anda pilih ( centang ) , yang akan menghasilkan posisi awal yang sama seperti pada data pada file  5000 ml – Helix.prt  , kemudian lakukan save  pada Part1.prt . Dalam hal ini , file data part 5000 ml – Helix.prt , sudah anda masukan ke dalam part baru untuk pembuatan design mold anda dengan area database file Part1.prt .  

 

3 - INSERT PART 2

Anda  dapat melakukan perubahan apapun dengan perintah-perintah pada area design part baru anda , dalam area kerja database file Part1.prt . Tetapi hal ini tidak akan berpengaruh atau merubah data original dari 3d design modelling yang anda anda miliki pada database file 5000 ml – Helix.prt  , yang berada pada area  yang berbeda dari data file Part1.prt .

Meskipun demikian , jika anda melakukan perubahan pada 3d solid modeling dari part 5000 ml – Helix.prt , yang dapat anda lakukan dengan membuka file dari opening part pada tab windows baru ,  maka perubahan yang anda lakukan pada file 5000 ml – Helix.prt , secara otomatis akan memberikan perubahan pula pada data base part Part1.prt   , setelah generated di lakukan .

Demikianlah , parametrik dari part utama , dalam hal mengalami perubahan atau penambahan ( misalnya terdapat revisi design ), maka parametrik dari part-part yang berkaitan , secara otomatis akan menyesuaikan dengan peubahan tersebut, setelah generated dilakukan .

4 - FIXED PART

 

KETUJUH, lakukan skala dalam kondisi yang tidak proposional, untuk menentukan faktor shrinkage yang terjadi , agar ukuran volume dan dimensi dari Jerycan sesuai dengan design yang kita buat , setelah diproduksi nantinya , serta sesuai dengan ketentuan produk yang telah di kehendaki dan disepakati .

Dalam penggunaan material  plastik dalam pembentukan dengan proses blowing , terjadinya penyusutan , dapat di katakan bahwa : penyusutan yang terjadi adalah tidak  proposional . Tidak seperti pada proses pembentukan plastik dengan metode injection , yang dapat mendekati 100% . Mengapa demikian ? Meskipun  secara teori dan prakteknya , tekanan pada proses injection lebih tinggi , perhitungan penyusutan yang menghasilkan faktor ukuran yang tepat 100% , tidak akan mudah serta masih sulit tercapai  sebagaimana telah banyak metode dilakukan . Terkecuali dengan melalui proses machining , sebagaimana diterapkan dalam proses pengerjaan logam .

Meskipun demikian , banyak metode yang telah diterapkan , oleh para perintis , peneliti ataupun pakar-pakar dalam bidang blow molding proses , untuk mendapatkan hasil yang sangat mendekati , atau mencapai nilai toleransi yang ditentukan , sehingga hasilnya tepat , dan dapat dipakai sebagai acuan .

Shrinkage yang terjadi , untuk dimensi  panjang yang berbeda-beda , pada masing-masing sumbu ( X , Y dan Z ) , akan menghasilkan nilai yang berbeda.  Sebagai contoh sederhana . Tinggi Jerycan , misalnya 280 mm , lebar Jerycan adalah 200 mm dan tebalnya adalah 120 mm . Kita tidak dapat menetukan begitu saja , jika shrikage faktor dari material HDPE adalah berada dalam kisaran 2% hingga 2.5 % , sehingga kita bisa menentukan  nilai tengahnya saja , yaitu yang sebesar ; ( 2% + 2.5% ) = 2.25 %, atau nilai yang terkecil , yaitu yang sebesar 2% , atau nilai yang terbesar  , yaitu yang  sebesar 2.5 % .

Tentunya tidak demikian , banyak faktor yang dapat menggagalkan teori yang demikian . Pada panjang 280 mm , proses pendinginan , baik yang dihasilkan dari  pendinginan di dalam cetakan , atau karena proses tiupan angin di dalam botol / Jerycan, dapat mengakibatkan variable yang berbeda , dibandingkan dengan , lebar produk dengan panjang , 200 mm , atau ketebalan produk dengan panjang 120 mm .

Bisa jadi , karena pembagian cooling yang terbagi dalam tiga jalur berbeda untuk masing-masing bagian , atas ( neck ) , tengah ( Body ) dan bagian bawah ( bottom ) , sehingga meskipun proposional panjang serta aliran pendingin yang merata dapat tercapai , tetapi pada posisi  lebar dan tebal dapat saja mengalami peningkatan panas , karena aliran pendingin yang sudah menyerap panas yang mengalir , sehingga proposional lebarnya , mengalami perbedaan panas , dan penyusutan yang terjadi tidak sepenuhnya balance .

Banyak para ahli kemudian memberikan hasil-hasil pengukuran mereka dengan tabel-tabel spesifikasi  dari hasil pengetesan mereka , sehingga pada saat pengerjaan pembuatan mold-nya , parameter-parameter tersebut mereka aplikasikan ke dalam dimensi yang harus mereka terapkan untuk memperoleh nilai penyusutan , sesuai dengan dimensi yang mereka inginkan pada produk mereka .

Tetapi , dalam 3d solid modeling , untuk merubah satu persatu parameter 3d modelling untuk produk menjadi 3d solid modelling untuk pembuatan mold , dapat memerlukan proses yang lebih lama , meskipun sangat memungkinkan hasilnya akan sangat akurat , selain itu dapat menjadi 2 kali lipat waktu pengerjaannya , karena ukuran-ukuran yang berbeda .

 

5 - SCALING PART

Dengan menerapkan penggunaan skala yang tidak proposional dari titik system koordinat  3d solid modelling ( dianjurkan dari titik pusat benda / titik moment inertia ) , dalam program / software yang kita pergunakan, hal demikian dapat diatasi dengan cepat dan hasilnya lebih akurat .

Jika bagian yang terpanjang , adalah searah dengan sumbu X ( ini adalah tinggi total Jerycan ) , di tentukan dengan nilai penyusutan yang terbesar ( 100% + 2.5% = 102.5% ) , sedang pada bagian lebar , adalah yang searah dengan sumbu Y ( lebar terjauh dari body Jerycan ) , ditentukan dari nilai penyusutan rata-rata ; ( 100% + (( 2% + 2.5%) : 2 ) = 102.25 % ), kemudian yang searah sumbu Z , adalah untuk ukuran ketebalan terjauh dari body Jerycan , dengan nilai penyusutan terendah , yaitu ( 100% + 2% = 102% ) .

Maka dari ketiga variable tersebut , dimensi proposional , antara nilai penyusutan yang menjadi dimensi produk dan dimensi yang terwujud untuk pembuatan cetakan dapat menghasilkan ukuran yang sesuai dengan nilai toleransi yang telah ditentukan sebagaimana dicantumkan dalam kesepakatan gambar kerja yang telah dibuat sebelumnya .

Anda dapat memasukan variable penyusutan untuk masing-masing sumbu X , Y , dan Z , tersebut dari perintah Scale, yang berada di dalam menu Insert , sub menu Feature , kemudian klik perintah Scale . Setelah data scala masuk , klik tanda centang hijau atau OK , untuk eksekusi perintah Scale Anda , dan Anda siap dengan area kerja 3d modelling produk untuk pembuat  mold dalam file Part1.prt .

 

KEDELAPAN , Setelah penentuan faktor penyusutan berhasil , dalam view wireframe dengan hidden edge style , anda dapat membuat sketch untuk area material block yang anda perlukan , dengan posisi awal lobang pin dan lobang bushing mold dapat anda tentukan terlebih dahulu , juga ketentuan bagian-bagian mana yang akan dipisahkan nantinya . Pergunakan garis bantu / konstruksi  untuk pemisahan dengan garis benda , karena garis konstruksi  tidak akan diakses sewaktu anda menentukan frame-frame dalam region garis benda kerja ( acuan surface atau solid body ) .

Jarak antara lobang pin / bush ke dinding cavity ( permukaan produk ) , dapat anda tentukan seminimal mungkin , sehubungan adanya lobang untuk aliran cooling / air pendinginan.  Untuk lobang cooling sebesar dia. 10 mm , dengan jarak antara titik singgung sejauh 9 mm dari dinding cavity , sudah cukup mampu menahan beban tekanan blowing , ataupun tekanan pada saat clamping mold closing , dengan tekanan dalam kisaran  0.5 kg / mm2  hingga  5.4 kg / mm2 . dengan defleksi yang terjadi harus < 0.0001 mm . Dengan demikian , setidaknya terdapat jarak antara sebesar ; ( 2 x 8 ) + 10 mm = 26 mm .

  6 - SKETCH 1

Pastikan ketinggian untuk Stricker Plate lebih dari 10 mm , agar kuat untuk menahan beban pemotongan avalan plastik dari tekanan cutting sleeve , juga jaminan pembentukan lobang pengisian ( Dia. I ) pada neck Jerican yang benar-benar  solid dan rigid , untuk menghindari kebocoran , pada saat produk Jerycan ditutup dan sudah terisi bahan cairan  .

Pastikan pula untuk bagian pembentukan ulir dan rachet , adalah part insert yang terpisah , interchangeable , untuk memudahkan penggantian spare part-nya , jika sewaktu berproduksi mengalami kerusakan , atau pecah karena proses clamping yang terus menerus berlangsung pada saat produksi , sehingga mengalamai kejenuhan / keausan juga defective .

7 - SKETCH 2

 

Dalam design mold Jerican ini , pemisahan part mold dilakukan pada bagian bawah ( bottom), pada ketinggian 110 mm , kemudian pada bagian Neck Insert , lalu pada Stricker Plate , untuk bagian body dan bagian handle dibuat tetap dalam 1 kesatuan .

Pada bagian bawah , ketinggian 110 mm untuk bottom part ,  diperoleh dari jarak kedalaman cavity sebesar 44.18 mm , di tambah jarak ketinggian untuk area cooling dan pemampatan terhadap parting line pada saat clamping dan proses pemotongan avalan dengan cutting edge , yang memerlukan jarak > = 50 mm , untuk ukuran kemasan ~ volume  5000 ml .  Selain itu , pertimbangan adanya lobang untuk pengetapan nipple air dengan kedalaman 13 – 17 mm , sehingga total tinggi yang diperlukan adalah 110 mm , dalam batas nilai aman yang dapat tercapai .

8 - EXTRUDE

Dari frame yang telah anda buat , kemudian lakukan perintah Extrude , dengan option Mid Plane dan ketebalan  total sebesar 260 mm , hilangkan centang pada kolom Merge Result , agar tidak terjadi kesatuan solid ,  maka akan tampak keseluruhan 3d solid modelling produk untuk mold tampak tercover oleh ukuran block  material yang kita inginkan . Kemudian eksekusikan dengan menekan tombol centang hijau , dan keluar dari menu Extrude .

9 - EXTRUDE 2

Selanjutnya dapat anda perhatikan  pada Area Hierarki , anda mempunyai 2 unit Solid Body awal , yaitu Solid Body 3d modelling produk mold dan block material mold .

 

KESEMBILAN , lakukan perintah Combine , dari menu Insert , sub menu Feature , pilih sub menu Combine tentukan pilihan pada Subtract , pilih solid body Material Block untuk pilihan Main Body , dan pilih 3d solid modelling produk mold untuk Body to Subtract  .

Anda dapat mengklik show preview untuk melihat hasil sementara , jika komputer menampakan hasil perintah anda , maka anda langsung dapat mengeksekusikan dengan menekan tombol centang hijau .

10 - SUBTRACK

Perintah Combine subtract tersebut menghasilkan part block material yang utuh, yang sudah dikurangi 3d modelling produk mold . Atau rongga cavity sudah terjadi di dalam part block material .

 

12 - SPLIT 1

KESEPULUH , Lakukan perintah Split yang pertama , untuk membagi 2 part block material tersebut , dengan Plane pembaginya adalah Front Plane .

Pilh menu Split dari pull down menu Insert , sub menu Feature , lalu klik sub menu Split . Pilih Front plane sebagai Trim Tools – nya , kemudian lakukan eksekusi dengan mengeklik tombol Cut Part . Pada area Resulting Body , akan tampak 2 part yang dihasilkan , yaitu Body 1 dan Body 2 . Anda dapat mengganti nama part ini dengan nama baru , atau tetap membiarkan dengan nama tetap yang diberikan oleh system ,   hingga anda menggantinya nanti . Lakukan centang pada kolom Resulting Body , untuk hasil 2 solid body tersebut , dan eksekusi  dengan mengeklik tombol centang hijau .

Dari Split pertama anda , anda sudah memperoleh 2 part baru , untuk cavity mold sebelah kiri dan Cavity mold sebelah kanan .

13 - 2 PART MOLD

 

KESEBELAS ,  Anda dapat melakukan perintah Split lanjutan untuk pembagian part-part berikutnya . Aktifkan salah satu Solid Body , dengan cara mengarahkan kursor mouse pada pilihan Hierarki Solid Body , pada kolom Solid Body yang akan di sembunyikan ( tidak di tampakan ) , tekan tombol kanan , sehingga tampak windows menu , lalu pilih icon menu hide / show , dan lakukan pilihan hide , untuk part yang dimaksud , yang akan di sembunyikan dari tampilan layar.

14 - HIDE PART

Tampilkan sketsa dari frame block , dengan mengarahkan kursor pada area menu hierarki pada sketch block material ,  klik tombol kanan , maka akan tampak menu windows , pilih menu show dari icon windows yang ditampilkan .

15- PART SKETCH

Setelah frame tampak , anda dapat mernbuat sketch baru untuk  pemisah Stricker Plate dan Neck insert , pada area sketch  Front plane .

16- PART SKETCH 2

 

Dari hasil sketch  dengan bantuan pola dari sketch sebelumnya , lakukuan perintah Extrude dari perintah Surface , sebagai media pemisahnya part Neck Insert dan Striker Plate , dari solid body mold yang dipilih.

17- SURF EXTRUDE

 

Dengan menetukan kedalaman Extrude surface sebesar 260 mm dari kondisi Mid Plane , maka eksekusi untuk 2 solid body sekaligus , selanjutnya dapat dilakukan .

18- SURF EXTRUDE 2

 

Aktifkan Solid Body yang sebelumnya telah di sembunyikan , kemudian lakukan perintah Split , dengan memilih surface pemisah yang telah dibuat sebagai Trim Tools , eksekusikan dengan menekan tombol Cut Part , maka anda akan memperoleh hasil 4 Solid Body , yang sudah terbarukan , dengan mencentang kolom ke 4 solid body hasil part baru , dan mengeksekusi tombol centang hijau , maka hasil split menjadi 4 bagian Solid Body .

19 SPLIT - 4

 

Sembunyikan dahulu part-part yang tidak kita kerjakan dengan pilihan hide / show , untuk mempermudah proses pengerjaan selanjutnya .

Buatlah plane untuk pemisah Stricker Plate , dengan bantuan salah satu  titik sketch yang telah dibuat sebelumnya  , yang sejajar dengan Top Plane .

22 SPLIT NECK

 

Tampilkan 2 solid body untuk Striker Plate dan Neck Insert , lakukan Split dengan Trim Tools : Plane 2  yang baru saja di buat , lalu eksekusi dengan menekan tombol Cut Part , maka 2 solid body  tersebut akan menghasilkan 4 solid body part baru , yaitu , Stricker Plate bagian kiri dan kanan , juga Neck insert untuk bagian kiri dan kanan . Anda dapat mencentang ke-4 solid body  tersebut , agar solid body untuk part tersebut dapat dihasilkan .

23  SPLIT NECK 4

 

Lakukan pemotongan solid dengan perintah Cut Revolve untuk ke 2 Stricker Plate tersebut , dengan sketch sebagai gambar berikut , pada sketch area Front Plane.

24 CUT STRICKER PLATE

split neck

split neck2

 

KEDUABELAS , lakukan Split lanjutan untuk bagian  bottom mold , dengan terlebih dahulu membuat Plane baru , dengan acuan titik dengan posisi tegak lurus tehadap quadran radius pada step solid body jerican pada bagian bawah , sejajar dengan Top plane .

20 SPLIT BOTTOM

 

Lakukan Split lanjutan , dengan Trim Tools ; Plane baru yang di buat , maka setelah eksekusi Cut Part , ( dengan kondisi Stricker Plate dan Neck Insert tersembunyi ) akan menghasilkan 4 solid body part baru , dari pemisahan body kiri  dan bottom kiri , juga body kanan dan bottom kanan .

21 SPLIT 4 BOTTOM

split all

Dari hasil keseluruhan proses Split tersebut di atas , maka 12 langkah pengerjaan yang sudah kita ulas di sini , dengan hasil pembagian block Material menjadi 8 bagian part dalam kategory Solid Body , yang selanjutnya masing-masing solid body dapat kita kerjakan untuk detail-detailnya lebih lanjut , satu per satu .

KETIGABELAS ; Anda dapat merubah nama yang dihasilkan dari system , dengan nama bagian atau part yang anda inginkan . Misalkan nama yang dihasilkan untuk Striker Plate bagian kiri adalah Split Body – 1 , maka pada area hierarki solid body dapat anda klik untuk menampilkan solid body yang sudah dihasilkan , lalu kursor mouse dapat anda arahkan ke teks Split Body – 1 , klik dua kali hingga muncul boundary dan kursor berkedip-kedip , anda dapat menghapus teks yang terblok dengan del , atau backspace , lalu ketiklah nama yang anda kehendaki , misalnya Striker Plate – 1 , dan tekan enter untuk eksekusi , solid body yang semula memakai nama Split Body – 1 kemudian berganti menjadi Striker Plate-1 .

Lakukan semua untuk part-part yang membentuk solid body yang anda perlukan , dengan nama-nama part yang anda kehendaki , bisa pula berdasar part number . Selain berfungsi untuk menghasilkan list part  , pada saat anda melakukan perintah insert in to part dari menu hierarki , pilih nama solid body , misal yang anda pilih Striker Plate – 1 , lalu klik tombol kanan mouse , maka akan muncul pull down menu, lalu pilihlah sub menu insert into Part .

insert into part

 

System akan  membuka windows baru dengan otomatis , di mana Solid Body dengan nama Striker Plate – 1 yang semula berada di dalam file Part1.Prt , beserta parameter-parameter yang terkandung di dalam  solid body tersebut , akan dimasukan ke dalam file part baru pada windows tersebut , dengan nama default Part1 – Stricker Plate – 1.Prt . Anda dapat langsung melakukan save dengan nama defaultnya , atau anda dapat menggantinya dengan nama baru.

insert into part2

Dapat anda perhatikan , hasil regenerasi file baru menghasilkan hierarki sub part awal dengan nama Stock Part1-1, ini berarti , parameter data yang terdapat pada solid body file tersebut berkaitan erat dengan stock part 1 ( solid body ) yang terdapat pada file Part1.prt .

Dengan demikian , segala sesuatu perubahan yang anda lakukan pada Stock part 1 ( solid body ) pada file Part1.prt , berakibat pada file Part1-Stricker Plate – 1.prt dan akan tereksekusi juga , sehingga parameter-parameternya akan berubah pula setelah anda lakukan generate .

Selain itu , pada saat anda melakukan assembling , dengan membuka file kreasi assemling baru , dengan nama file baru , anda dapat memasukan file part Part1-Stricker Plate – 1.prt ke dalam data masukan sub part assembling , tanpa harus menentukan plane , constrain atau referensi yang lain , tapi cukup mengklik tombol pin ,  dan klik area penempatan part , maka posisi part pada assembling area akan otomatis menempati koordinat yang sama  dengan di mana posisi Part1.prt menghasilkan  koordinat part tersebut . Jadi anda tidak perlu kuatir terjadi kemelesetan seper satu juta micron-pun .

assy- 1

Anda dapat lakukan hal pada langkah KETIGABELAS , untuk semua solid body yang anda perlukan , untuk mendapatkan part-part baru , yang nantinya akan dapat di assembling.

 

KEEMPATBELAS ; Proses lanjutan untuk bagian sebelah kiri atau sebelah kanan mold yang akan dikerjakan lebih dahulu tidak menjadi masalah , karena untuk arah kebalikannya , kita dapat menggunakan perintah-perintah, Copy Move, Mirror Feature, atau Mirror Sketch, untuk pelaksanaan selanjutnya . Tentunya anda sudah familiar dengan perintah-perintah dan menu tersebut  untuk proses pengerjaan selanjutnya . Anda dapat mengerjakan detailnya pada area Part1.prt saja , atau anda dapat membuka satu persatu data file part yang telah anda hasilkan dari stock file part1.prt .

Perlu anda ingat , merubah data dari file stock part , akan menghasilkan file part yang parameternya dapat di generate dan mengalami perubahan yang sama . Tetapi merubah data pada area file part yang dihasilkan dari file stock part , tidak akan merubah data pada file stock part .

 

KELIMABELAS ; SELANJUTNYA ANDA DAPAT MELENGKAPI DAN MELAKUKAN PENGERJAAN DETAIL  :

Melengkapi Stricker Plate dengan lobang baut dan dowel pin , anda dapat menentukan cutting edge dengan kedalaman bertingkat 2 mm dan 4 mm , pada sisi clamping mold  yang berfungsi untuk memotong avalan plastik , saat closing mold , buatlah cutting edge pada saat kondisi bagian mold tiap sisi ditampilkan semua  , dengan lebar lebih 5 mm s/d 10 mm per sisi dari lebar parison plastik saat turun menuju area cavity .

STRICKER PLATE

 

Melengkapi part Neck Insert dengan lobang baut , dowel pin dan jalur untuk pendinginan .

NECK INSERT

 

Melengkapi part Body Plate dengan jalur pendinginan dan lobang-lobaang baut pengikat , dowel pin serta lobang pin / bush .

BODY PART - 1

 

BODY PART - 12

 

Melengkapi part Bottom Plate dengan lobang jalur pendinginan dan lobang-lobang baut pengikat dan dowel pin.

BOTTOM PART - 1

 

 

BOTTOM  PART - 12

 

Perhatikan pula kekurangan-kekurangan yang terjadi , sebelum anda melakukan Mirror , atas perintah-perintah yang telah anda lakukan , sehingga pada hasil sisi berikutnya tidak akan mengalami masalah pada saat proses dilaksanakan .

TOTAL HALF SIDE

 

TOTAL HALF SIDE 2

 

Demikian teknik praktis yang dapat kami sampaikan , dalam memanfaatkan perintah-perintah dalam penggunaan software Solidworks , untuk 3d solid Modelling , dalam membuat design Blow Molding . Yang saat ini semakin banyak produk-produk plastik dengan proses Blowing , mengalami peningkatan produksi , karena kebutuhan pemakaian yang meningkat pula .

Salam dan semoga bermanfaat .

Posted in ENGINEERING EXPERIENCE, SOFWARE EXPERIENCE | Leave a comment

MENENTUKAN 3D FORMULA , AGAR DESIGN ANDA TIDAK MUBASIR DAN HASILNYA TETAP PROPOSIONAL

By : Alexander R Hermawan

3D modelling design  :  Part , Bottle , Jerican  dan design produk yang lain yang berkaitan dengan volume dan kapasitas ruangan ( kubikasi )

 

PEMECAHAN KASUS

Pernahkah anda mengalami kendala , jika suatu design yang anda implementasikan  , karena kesalahan perhitungan , kemudian tidak bisa anda pergunakan , atau anda harus mendesain ulang . Atau bisa juga , anda kesulitan menentukan ukuran selanjutnya , karena untuk ukuran yang lebih besar atau lebih kecil  , anda lalu menemukan kesulitan selanjutnya , yaitu dimensi yang  tidak proposional , sehingga design anda tidak bisa sebangun , atau sama dan sebangun dengan keinginan anda atau customer anda semula ?

Kejadian seperti itu , pada tahun 1991 , mulai dan sering saya hadapi ketika saya masih bekerja sebagai Product Design and Development di sebuah perusahaan plastik swasta di Jakarta .

Mungkin karena bekal ilmu matematika dan kalkulus saya yang terbatas , selain itu faktor menggambar dengan teknik manual , atau masih menggunakan meja kerja design alias Meja Gambar , saya banyak mengalami kesulitan untuk mendesain botol- botol ataupun jerigen , yang mempunyai bentuk dan volume bervariasi dari 10 ml hingga 5000 ml .

Meskipun waktu itu juga sudah menggunakan tehnologi CAD , dalam hal perhitungan volume yang “ pasti “ , dari hasil gambar , yang kemudian dibuat model atau prototype-nya , ternyata nilai volume rata-rata melesetnya masih di atas 40% . Itu berarti , gambar harus dirubah lagi , dan prototype juga harus dirubah atau dibuat ulang lagi setelah revisi design , jika perubahan tidak bisa proposional , yang biasanya dilakukan adalah : dengan pemotongan / penambahan tinggi body botol , bisa juga dengan  pengurangan atau penebalan penampang body .

Jadi , design pada waktu itu , karena sering adanya perubahan , bentuk-bentuknya menjadi tidak karuan , alias tidak sempurna , dan kesannya  “ design-nya masih Jadul “ .

Otak-atik dengan rumus-rumus matematika , akhirnya saya mencoba menerapkan beberapa hasil penambahan ( + ) , pengurangan ( – ) , pembagian  ( : ) dan pemangkatan ( x^ )  yang berhubungan dengan kalkulasi panjang , tinggi , lebar dan volume .

Hasilnya memang spektakuler , karena selain banyak membantu saya dalam mendesain model-model dan part-part untuk masa selanjutnya ( saat ini belum menemukan metode baru ) , pembuatan prototype ataupun kalkulasi volume saya kemudian menjadi tidak pernah meleset lagi seperti waktu-waktu sebelumnya , selain itu hasil dari prototype , ukurannya volumenya ( untuk volume bahan ataupun volume ruangan ) selalu tepat seperti dari hasil design dan kalkulasi pada gambar .

Sebagai contoh sederhana , dapat saya jabarkan di sini , jika kita sudah merencanakan suatu volume kubus : sebesar 100 mm^3 ( milimeter kubik ) , maka , untuk panjang , lebar dan tinggi yang anda rencanakan adalah sebesar :

volume

Dari ukuran volume kubus , dapat ditemukan ukuran panjang , tinggi dan lebar yang  dikehendaki , dalam contoh tersebut di atas , adalah ukuran untuk suatu bangun yang sama dan sebangun , sehingga pada volume 100 mm^3  kubus , panjang , tinggi dan lebarnya  adalah sama ukurannya , yaitu = 4.6416 mm .

Kemudian , bagaimana jika ternyata , diinginkan perubahan  , adalah dari kubus menjadi suatu balok , dengan panjang 6.75 mm , dan lebarnya tetap 4.6416 mm  ?  dan perubahan yang diharapkan adalah proposional , dengan volume meningkat  menjadi  130 mm^3 .

Untuk volume 100 mm^3 pada balok , dengan panjang 6.75 mm dan lebar 4.6416 mm , akan ditemukan tinggi nya , yaitu :

tinggi

 

Nah , kemudian , bagaimana menemukan pemecahan masalah untuk balok dengan volume 130 mm^3 , agar hasil lebar , tinggi maupun panjang dari balok , tetap proposional dan sebangun dari ukuran volume 100 mm^3 , sehingga bentuknya berkesan sama ,  tetapi lebih besar ?

Dalam hal ini , perbandingan volume dari 130 mm^3 dan 100 mm^3 adalah mempunyai nilai  pembanding :

HASIL BANDING

 

Karena ukuran volume adalah merupakan nilai dari pangkat ( ^ ) 3 , maka nilai faktor proposional yang akan diskalakan adalah , sebesar :

nilai skala

Sehingga , nilai proposional yang akan dipergunakan sebagai skala , adalah akar pangkat ( ^ ) 3 , dari perbandingan volume tersebut .  

Maka , dari hasil skala yang diperoleh , dengan mengalikan panjang , lebar serta tinggi dengan nilai faktor proposional tersebut , akan menemukan ukuran proposional yang tepat dan volume yang tepat pula .

proposional hasil

 

Dengan demikian , problem utama dalam hal kesalahan design pada part-part yang berhubungan dengan volume material ataupun volume ruangan , yang dikarenakan lebih kecil ataupun lebih besar , bukan menjadi penghalang ataupun faktor yang negatif , karena dengan formula-formula tersebut di atas , design yang tidak proposional masih tetap dapat kita manfaatkan dengan memasukan skala proposianal tersebut , untuk nilai kelipatannya , apakah itu kurang ( – ) ataupun lebih ( + ) , dari nilai awal yang direncanakan .

 

3D MODELLING DESIGN PROSES DENGAN TEHNOLOGI CAD / CAM

Pada suatu produk yang berhubungan dengan volume bahan dan ruangan , seperti pada design-design kemasan plastik , seperti : botol , toples ataupun jerigen , perhitungan volume dalam hal  ini adalah sangat penting dan mutlak , mengingat volume bahan , adalah berhubungan dengan nilai / biaya bahan yang harus dikeluarkan ( pada production cost , adalah beban/ biaya penggunaan bahan ) , dan volume ruangan pada nilai isi kemasan ( misalnya untuk isi parfum , isi minyak goreng , isi olie pelumasan atau isi minuman dalam kemasan  ) , karena volume yamg over tentunya akan meningkatkan nilai atau jumlah biaya produksinya , demikian pula jika terjadi pengurangan , maka pihak pengguna / pemakai tentunya yang akan dirugikan .

Dalam penerapan  tehnologi CAD / CAM , untuk semua jenis program aplikasi yang dipergunakan , pada proses design 3d Modelling , untuk menentukan skala perubahan volume yang dihasilkan dapat menjadi proposional 100% dan tepat untuk hasil ukuran ukuran panjang , lebar , maupun tingginya berdasarkan koordinat sumbu X , Y dan  Z – nya  , maka hal utama yang dilakukan adalah dengan menemukan letak : titik sumbu part , atau  moment Inersia dari setiap part yang akan dibuat skala proposional .

Untuk suatu ruangan ( volume ) , dengan volume material yang dipergunakan ( bahan ) , maka akan ditemukan titik moment inertia yang berbeda pada masing-masing data property-nya . jadi pada design untuk menentukan volume ruamgan ( untuk kapasitas , isi : pada botol atau jerigen ) manfaatkan media solid terlebih dahulu , sebelum menentukan penggunaan material .

 

Sebagai contoh sederhana :  Suatu botol di design untuk volume 1000 ml .  Beberapa hal yang kita perlu perhatikan adalah :

  • Bahan dari botol yang akan diproduksi : misal dari HDPE , dengan faktor shrinkage 2% dan density ( berat jenis bahan )  adalah sebesar  :  0.00096  g / mm^3 .
  • Berat botol pada posisi kosong ( adalah merupakan berat material yang dipergunakan  hingga terjadi pembentukan produk ) berdasar tabel , atau berdasar perkiraan tebal botol ( berdasar spesifikasi mesin )  , dapat ditentukan berkisar 40  – 80 gr .
  • Ketentuan dari customer , mengenai batas volume filling ( bring full ) , dan juga volume overflow  .

Dari beberapa ketentuan tersebut di atas  maka dapat kita spesifikasikan , berapa sebenarnya batasan botol yang dapat di design ataupun ditentukan kapasitas atau isinya , dengan kalkulasi berat bahan yang diperlukan .

btl- 1b

 

Ketentuan mengenai penentuan Volume :

  1. Volume pengisian adalah 1000 ml ( 1000.000 mm^3 ) = sebanding untuk berat jenis cairan / air ) .
  2. Toleransi ruangan bebas udara dalam proses pengisian, adalah sebesar 5%  -10% , dalam hal ini untuk kapasitas 1000 ml , adalah ditambahkan  ruangan sebesar 5 %1000.000 mm^3  x  5%  =  50.000 mm^3 = 50 ml .
  3. Toleransi volume pengisian boleh plus boleh minus , berkisar 1 % hingga 5 % dari volume pengisian , sehingga penambahan untuk nilai aman pada volume 1000 ml dapat ditentukan  3 % , dengan nilai , 1000 ml x 3 % = 30 ml  atau 30.000 mm^3 .
  4. Volume bahan plastik yang dipergunakan , adalah berdasarkan berat botol . Jika berat botolnya diperoleh ketentuan sebesar 50 gr ,  maka dapat diperoleh volume  material botol , sebesar  ;

volume berat

Dari ketentuan 1 sampai 4 tersebut di atas ,  dapat kita jumlahkan volume yang  akan kita kalkulasikan , yaitu  :

1000 ml + 50 ml + 30 ml  + 52.083 ml  = 1132.083  ml .

Dengan demikian , untuk solid modeling yang kita kreasikan harus mencapai volume sebesar 1132.083 ml ( 1.132.083 mm^3 ) , agar hasilnya nanti sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan .

Jika pada realisasi design selanjutnya , ternyata , terjadi volume yang kurang, misalnya kalkulasi pada 3d solid modelling menjadi 1080 ml ( 1.080.000 mm^3 ) , ataupun volume yang lebih dari ketentuan , misalnya menjadi 1200 ml ( 1.200.000 mm^3 ) , karena adanya bentuk-bentuk yang tidak beraturan juga adanya radius-radius variable , maka , kita tidak perlu panik begitu mengetahuinya .

 

moment inertia titk moment

Karena, secara prinsipal  penerapan skala proposional akan membantu kita menyesuaikan dimensi yang tepat , setelah kita melakukan kalkulasi perbandingan sebagaimana tersebut di atas , dan mengawali skala properti dari titik moment inertia , dan program komputer akan mengkalkulasi hasil 3d modelling anda , sehingga design anda akan betul-betul proposional dengan volume yang tepat ukurannya .

 

SELAMAT BERKARYA , GOOD LUCK .

Posted in ENGINEERING EXPERIENCE | 1 Comment

ENGINEERING DAN PEMBIAYAAN

 

HUKUM DAN PERENCANAAN

Jika anda seorang pengusaha , pengelola bisnis produksi , manufactuc , designer ataupun perencana , baik untuk industrial ataupun bangunan , tahapan awal yang harus anda lalui pastinya adalah : PERENCANAAN atau ENGINEERING .

Mungkin secara sederhana , seperti yang ditulis Oleh Penyair dan Pencipta lagu , sekaligus Pembawa Lagu yang cukup terkenal di Indonesia, yaitu Ebiet G Ade , dalam salah satu lirik lagunya , Suminah , menuliskan : “ dicari sesobek kertas , di cari sepotong arang , dia mulai menggambar , sebisanya . Agar bisa terungkapkan , perasaan yang terpendam , Oh .. Suminah …… Aku cinta kamu  “.

Ya , sekilas kita memang mempunyai garis besar dalam perencanaan sebagaimana tersirat dalam syair lagu tersebut, baik untuk manufacturing , industri ataupun bangunan , bahkan demikian pula dalam kehidupan kita . Dan tentunya factor-factor yang menjadi beban , yang sangat membedakan dalam penentuan metode , langkah-langkah pelaksanaan hingga faktor-factor yang berpengaruh dalam kehidupan kita pun , perlu pertimbangan yang matang dan logika , serta dapat mempermudah dan mendukung kita dalam pemanfaatan sehari-hari.


Hammurabi-9327033-1-402

Jika pada masa HAMURABI , yaitu seorang Raja yang berkuasa di Babilon , Jaman Mesopotamia , tahun 1795 Sebelum Masehi  , sudah menerapkan hukum tertulis yang dipahat dalam 12 batu , yang di peruntukan bagi semua publik agar dapat membaca dan memahami hukum-hukumnya . “ Mata untuk Mata , Gigi untuk Gigi ” .  Bahkan adanya hukuman mati bagi seorang perencana bangunan , yang bangunannya runtuh sehingga mengakibatkan celaka bagi orang banyak pada masa tersebut  ,  tentunya hal ini dapat menyadarkan masyarakat pada masa selanjutnya, betapa masa lalu sudah memperhatikan kepentingan umum daripada ego-ego pribadi , bahkan kepentingan seorang raja sekalipun .

Dan , yang hal yang utama , suatu perencanaan yang berguna bagi kepentingan dan kemudahan khalayak banyak , pastinya akan mendapat dukungan dan kemudahan dalam pelaksanaannya ,  dan hal itulah yang kemudian dapat menjadi suatu acuan , ketika suatu sistem menerapkan , segala sesuatunya berdasarkan prioritas kepentingan , sehingga demikian pula apa yang sebenarnya harus kita terapkan dalam pola-pola kehidupan kita .

Dalam penerapan sehari-hari , terutama di dalam lingkup usaha pada abad modern sekarang ini , yang melibatkan banyak pelaku usaha , pemakai , pengelolaan serta manajemen-manajemen pelaksanaan yang berkaitan dengan transaksi perdagangan , pertukaran barang dan jasa ,  transportasi hingga kebutuhan-kebutuhan pokok , semua hal tersebut , tidak lah dapat terlepas dari hukum-hukum , baik prinsip ekonomi , hukum perdagangan ataupun pajak perdagangan serta pajak pendapatan .

Dari berbagai lingkaran-lingkaran tersebut , tentunya kita harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip dan ketentuan hukum yang sesuai , bukan saja secara nurani , tetapi sesuai hukum yang berlaku , baik untuk skala daerah , nasional , ataupun  skala internasional , berdasarkan skope-skope materi yang menjadikan perencanaan dan pelaksanaannya terwujud dan dipergunakan serta dimanfaatkan oleh masyarakat serta khalayak luas . Dengan demikian , nurani kita bisa saja menerima , ketika suatu kecelakaan pesawat terbang yang terjadi , telah mengakibatkan 100 penumpangnya tewas , tetapi di sisi lain , hukum-hukum dan ketentuan yang berlaku , pastinya akan terus menyertai dan di lacak , hingga sebab-akibat yang berhubungan dengan kecelakaan itu  akan dapat ditemukan dan menjadi acuan titik kelemahan dari rencana yang telah dilakukan , sehingga dapat diperbaiki dan tidak dapat terjadi untuk selanjutnya .

 

PERENCANAAN DAN PEMBIAYAAN

Dalam suatu Perencanaan , sebagai contoh sederhana , target pemakaian gelas minum dengan bahan plastik ,  diperkirakan diperlukan oleh khalayak luas pada suatu wilayah dengan penduduk 500,000 . Tentunya , kita harus mempunyai suatu statistik tertentu , sebelum kita dapat membuat produk tersebut  ;  untuk kebutuhan yang diperlukan , berdasarkan survey misalnya , dari setiap 20 orang responden , ternyata hanya ada 1 yang suka dengan gelas plastik , dan responden yang 19 orang ternyata suka dengan bahan yang lain . Dari hal tersebut kita bisa memperoleh suatu target kapasitas ; 500,000 orang : 20 responden  = 25.000  , jadi target produksi bisa diperoleh sejumlah   25.000 gelas , dalam suatu wilayah .

Demikian pula dengan perencanaan produksi , baik dari perencanaan design ( model ) , bahan , pemakaian mesin-mesin , waktu pengerjaan serta pekerja yang diperlukan , semua tidak akan terlepas dari factor-factor yang menentukan , serta faktor-factor pembiayaan yang diperlukan . Dengan diperlukannya pemasaran kepada khalayak luas , tentunya perlu pemikiran yang matang , perencanaan yang bisa dikatakan “sempurna” , sehingga apa yang telah direncanakan sebelumnya dapat tersampaikan kepada masyarakat pengguna sesuai apa yang menjadi harapan mereka .

Metode demikian akan menjadi hal yang sangat jauh berbeda ,  jika kemudian seorang pengusaha mengandalkan permodalan yang mereka punyai untuk menarik perhatian masyarakat  , dalam arti , mereka bisa merencanakan suatu produk yang diharapkan dapat diminati masyarakat ,  dan memproduksinya serta memasarkannya  , dengan harapan dapat menarik perhatian masyarakat untuk dapat memanfaatkan produk-produk mereka , dengan biaya yang telah mereka persiapkan , atau dengan  investasi pendukung . Saat ini ,  hal ini justru sangat banyak dilakukan oleh para pelaku usaha yang ada di Indonesia sekarang ini .

Dari segi perencanaan serta pembiayaan produksi , mungkin tidaklah berbeda , tetapi bagaimana dengan kebutuhan yang tadinya diharapkan dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan masyarakat tersebut , kemudian justru banyak menjadi bahan pajangan di toko-toko , atau banyak memenuhi stok-stok gudang , atau bahkan banyak gedung-gedung serta perumahan-perumahan rakyat , atau apartement-apartement yang kosong dan terbengkalai , entah karena harga sangat tinggi dan yang tidak sesuai , sehingga masyarakat tidak mampu membeli , atau ternyata memang tidak sesuai dengan selera masyarakat ? Dan ini adalah pola pemborosan sosial yang justru banyak terjadi . Tentunya hal ini dapat menjadi kajian ulang dalam perencanaan yang sempurna , sebagaimana yang diharapkan .

 

PEMBIAYAAN DAN KEUNTUNGAN

Dalam mengaplikasikan , perencanaan , baik dalam design , model ataupun rencana-rencana pelaksanaan , drafting , baik untuk manufacturing ataupun produk-produk bangunan , dalam era komputerisasi sekarang ini , banyak peralatan yang dapat mempermudah serta mempercepat proses pelaksanaannya . Dan tentunya , nilai investasinya pun juga sebanding guna memperoleh dua hal tersebut . Secara global ,  Biaya Perencanaan ( Engineering cost ) , yang dapat diperkirakan adalah senilai 10 % dari pembiayaan yang diperlukan dalam pelaksanaan atau nilai dari perencanaan tersebut .

Sebagai contoh yang dapat kita ulas dan tersebut di atas , untuk suatu target kebutuhan produk gelas plastik pada suatu wilayah sejumlah 25,000 pcs , dapat diaplikasikan pula untuk wilayah-wilayah lain karena kapasitas mesin dan kapasitas pekerjaan , di mana tingkat kebutuhan , waktu pemakaian yang sebanding , dapat direncanakan sebagai tahapan , atau kesempatan bagi kompetitor untuk mengisi kekosongan yang tidak tercapai , juga penerapan aplikasi untuk produk-produk lain , tentunya ini dapat direncanakan menjadi bahan perbandingan serta survey yang akurat . Demikian pula dengan nilai investasi serta masa depresiasi yang diperlukan dan harus di kembalikan .

Contoh sederhana berikut , telah banyak diterapkan pada perusahaan-perusahaan menengah di Indonesia . Hanya pada perhitungan sumber daya manusia  ( SDM ) , di Indonesia , terutama di kota-kota kecil di luar Jakarta , SDM masih sangat rendah diperhitungkan .

Pada banyak kasus , investasi di peralatan komputer pada perusahaan-perusahaan menegah , sudah dianggap sangat tinggi , selain itu kecenderungan lebih mengutamakan pada pokok-pokok produktif ( investasi mesin produksi ) , banyak pengusaha yang lupa bahwa sumber inspirasi dan perencanaan yang tertuang itu juga sangat membutuhkan sarana dan investasi yang cukup , dan  juga biaya yang tidak sedikit , terutama pada perangkat-perangkat lunak ( software ) , yang dipergunakan . Bahkan banyak pula , hasil-hasil pencurian perangkat-perangkat lunak tersebut yang terorganisasi , atau diedarkan secara internasional oleh para pembajak dengan harga murah , tetapi tidak  tidak didukung oleh vendor asalnya , justru banyak yang dimanfaatkan dalam usaha , dan ini yang tidak dapat dipertanggungjawabkan pemakaiannya.  Mengingat banyak faktor fiktif yang akan terkalkulasi , seperti harga Software ,  perawatan serta jaminan berkala .

Hal-hal demikian , tentunya akan sangat berpengaruh pada nilai operasional itu sendiri , jika tidak tervalidasi secara benar , maka hal-hal yang illegal , tentunya sudah melanggar ketentuan hukum , demikian pula dengan hasil-hasilnya , tentunya tidak akan dapat dipertanggung jawabkan secara moril , meskipun secara materi , penipuan-penipuan tersebut dapat saja di sembunyikan dari mata masyarakat selaku konsumen ,  yang bisa saja tidak tahu menahu , tapi jika ini menjadi suatu tradisi , maka kalau dibiarkan justru akan dapat menghancurkan kredibilitas usaha-usaha tersebut di mata masyarakat , di mata negara dan pemerintahan , juga di mata internasional , jika produk tersebut sudah terjangkau masyarakat internasional .

Anda dapat saja bernain-main dengan angka sebagaimana dalam tabel tersusun berikut , jika nilai software hasil kejahatan , adalah bernilai di bawah Rp. 100,000,- , maka biaya pemakaian mesin dapat saja hampir sama nilainya dengan biaya SDM yang diperlukan , bahkan dapat lebih murah  . Jika kemudian Sumber Daya Manusia , dimanfaatkan  dengan insentif lebih , agar hasil kejahatan software , tetap dapat tetap dimanfatkan , maka ,  dengan nilai SDM yang sama  dengan nilai investasi legalnya pada tiap jammnya , masyarakat juga tidak akan dapat tahu , dan mungkin bisa saja pekerja merasa lebih berarti . Tetapi dalam terapan management , hal ini tentunya sudah melanggar ketentuan hukum , baik perdagangan , pajak , dan pelanggaran hak property  ( tanpa ijin ) , dengan demikian hal-hal tersebut harus dihindari karena dapat berakibat fatal.

 

kalkulasi perencanaan

Jika kita bandingkan dengan kondisi di negara-negara yang industrinya lebih maju , maka SDM di negara maju sangat tinggi apresiasinya , baik di mata pemerintah ataupun para pengusaha , meskipun secara jenjang dapat saja terjadi perbedaan , tetapi nilai per jam kerja pekerja / penggunaan tenaga kerja di sana , bahkan bisa saja lebih dari nilai per jam pembiayaan mesin yang dipergunakan .

Hal ini sangat sulit tercapai di Indonesia . Karena pada banyak faktor , keuntungan terbesar masih di tangan para pengusaha dan investor, atau manajement pengelolaannya , bukan karena factor skill ataupun factor kebutuhan manusia , yang secara prinsipal adalah sebenarnya mempunyai banyak kesamaan . Inilah kesenjangan yang seharusnya dapat dihapuskan , mengingat negara kita sudah beranjak maju , dan bukanlah negara Komunis ataupun Sosialis , karena perekonomian kita  adalah perekonomian yang demokratis  , jadi sudah seharusnya perbedaan-perbedaan dalam hal tingkat penilaian pendapatan SDM karena kedudukan , dapat segera di singkirkan , sesuai dengan skope pekerjaan yang sudah tercapai tentunya .

kalkulasi produksi

Secara Teori , sebagimana tabel tersebut diatas , permodalan awal pada Perencanaan  ( Rp. 174,490,000 ) untuk  jangka 5 tahun  , dibandingkan dengan hasil yang tercapai dalam jangka 5 tahun  ( 1 tahun alokasi 2 item produk , 5 tahun adalah , 2 x 5 = 10 item produk ) , dengan hasil yang dapat terakumulasi sebesar , ( Rp. 1,211,547,817,96   x  10 )  = Rp. 12,115,478,179.60 , menunjukan perbedaan yang sangat mencolok . Ini adalah membuktikan bahwa , pada tahap 5 tahun , nilai budget peralatan dan pemakaian biaya dalam perencanaan , tidak lebih besar dari 10%  dari total proyeksi pendapatan / penjualan yang diperoleh ( bahkan hanya < 2% ). Tentu ini sangat tidak mustahil , jika kemudian banyak kalangan pengusaha yang sudah mengantongi keuntungan lebih dari factor ini , dalam waktu yang singkat , lebih mudah berexpansi pada usaha-usaha lain , dalam melebarkan sayapnya , dibandingkan dengan para pekerjanya semula , yang ingin berkembang dan bekerja serta berusaha mandiri kemudian . Ya , karena keuntungan atas kerja keras mereka sudah tidak mereka peroleh sejak semula dengan semestinya . 

Di beberapa negara maju , dengan bekerja satu atau dua tahun , seorang pekerja bisa mendapatkan kesempatan untuk mandiri lebih mudah , karena pendapatan tahunan yang tinggi , yang dapat dengan cepat memberikan kesempatan kepada mereka untuk lebih cepat mandiri pula. Sedangkan di Indonesia , itu sangat jarang terjadi , dan perlu proses yang panjang untuk dapat mewujudkannya , karena sistem dan iklim berusaha yang sudah demikian kuat menjerat para pekerja-pekerja dengan penghasilan yang rendah , yang hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan sekedarnya , bukan untuk kemajuan selanjutnya . 

Semoga saja sistem demokrasi ekonomi kita dapat merombak kultur yang demikian panjang membentangkan jurang pemisah , dalam kehidupan perekonomian bagi bangsa ini .

Saat ini mungkin kita dapat sedikit lega juga , jika sekarang di beberapa daerah kenaikan upah  minimum Buruh / pekerja  khususnya di wilayah DKI Jakarta , sudah menapak  pada nilai  > Rp. 3,000,000,-  lebih per bulan ,  Tentunya wilayah daerah-daerah lain juga dapat segera menyusul . Sehingga perwujudan masyarakat yang adil makmur  dapat segera tercapai .

Semoga .

 

__________________________________________________________________________________________

Jika secara pribadi , sebagai seorang penulis , telah banyak menuai kritik pedas dalam hal “ bekerja dengan para Pengusaha “ ,  tetapi  kami tidaklah banyak berkilah , karena itu , meskipun kami makan singkong dan sedang bermimpi dapat makan keju , sedangkan di sisi lain banyak rekanan Para Pengusaha , sudah dengan nikmatnya dapat makan keju . Tapi prinsip kami memang berbeda , keju yang kami inginkan adalah benar-benar keju yang murni yang dapat memberikan  apa yang menjadi pengharapan kami , bukan hanya sekedar keju yang kami juga tidak tahu jenis kejunya .
Jadi kami mohon maaf , jika kami lebih suka makan singkong dan bermimpi tentang keju murni .
Posted in ENGINEERING EXPERIENCE | Leave a comment

BERMAIN MATEMATIKA : MENCARI KETENTUAN DALAM LINGKARAN

Presented by : Alexander R Hermawan

Ketika masih duduk di bangku SMP , saat  belajar mata pelajaran Matematika , kita pasti mendapatkan pelajaran tentang bangun dan geometri . Selain itu , kita juga telah mendapatkan beberapa rumus untuk perhitungan luas , panjang keliling atau pun isi / volume suatu bangun geometri .

Tentunya, sebagai dasar pokok perhitungan yang diberikan sewaktu masih bersekolah di bangku sekolah tersebut, yang pada masa selanjutnya akan selalu dipergunakan untuk setiap perhitungan yang kita hadapi ; entah di mata pelajaran lain atau tingkat kelas  selanjutnya , mata pelajaran di sekolah menengah atas ataupun sekolah kejuruan teknik , atau juga  di mata pelajaran kuliah ketika di bangku kuliah, dan bahkan di pekerjaan ataupun dalam kehidupan sehari-hari , dapat saja kita temui , di mana dulunya kita selalu di tekankan untuk harus tidak lupa , atau mungkin kalau bisa , hafal di luar kepala , istilah untuk mereka yang pandai , karena daya ingat yang luar biasa , sehingga bisa ingat tanpa harus mengingat-ingat.

Nah , salah satu pokok dasar yang ingin saya ulas di sini , adalah dasar  perhitungan yang terdapat dalam suatu bangun geometri yaitu : lingkaran .

Perhatikan gambar berikut ini .

mencari pi 

Salah satu ketentuan pokok dari suatu lingkaran , entah sudah pernah dijelaskan , atau entah saya mungkin lupa ( tapi sepengatahuan saya , tidak pernah dijelaskan ) , bahwa ketentuan Pi , adalah merupakan bilangan konstan dari ( 22/7 )  atau  ( 3,142657 ) atau lebih sering dipergunakan dengan dua angka di belakang koma , sehingga nilai konstan pembulatannya menjadi ( 3,14 ) . Jadi nilai Pi adalah senilai dengan  3,14 .  Nah , dari situlah kemudian saya mendapat pertanyaan , lantas dari mana nilai konstan Pi = 3,14  atau nilai 22/7 , itu berasal ?

Dari pelajaran SD kelas 4 hingga lulus SD , saya tidak menemukan pengajaran dari mana sebenarnya asalnya nilai Pi tersebut . Demikian pula ketika di bangku sekolah SMP ,  bahkan hingga saat duduk di bangku sekolah teknik STM , saya mengingat-ingat dan juga mencari-cari dari buku-buku catatan pelajaran saya , buku perpustakaan , buku pegangan , semua tidak ada  penjelasan mengenai asal muasal nilai konstan Pi = 3,14

Dan waktu berlalu , hingga kurang  lebih lima belas tahun kemudian dari pertanyaan yang diajukan kepada saya tersebut ketika masih duduk di bangku SMP, ketidak tahuan tentang asal muasal nilai konstan Pi tersebut kembali menggelitik saya .

Dan mungkin karena saya kemudian penasaran dan terus mengutak-atik modul lingkaran berdasar bentuk dan bentangan-bentangan yang saya buat  ketika sedang membuat design mold dan design product untuk prototype product souvenir candi Borobudur , yang mempunyai bentuk yang simetris dan bangun simetris melingkar dengan beribu-ribu ornamen dan relief yang sangat menakjubkan , dan ,  dari yang dapat saya pelajari dari beberapa sumber bahan sejarah , saya dapat menemukan penggunaan satuan “depa“ atau “hasta” , yang dipergunakan pada masa pembuatan candi Borobudur pada awal abad 8 Masehi ( +/- tahun 723 Masehi ) hingga awal abad 9 Masehi ( sampai +/- tahun 850 Masehi ) , akhirnya ,  saya makin dapat memahami apa arti sebuah lingkaran yang sebenarnya dalam penerapannya. Tetapi , saya tidak dapat menarik kesimpulan apakah penggunaan “ Pi “ dalam menentukan bentangan-bentangan telah diterapkan pada pola-pola pembuatan bangun-bangun pada candi Borobudur dalam ukuran-ukuran yang simetris tersebut  ?

 

MENCARI KETENTUAN = Pi

Dari ketentuan dasar :  diameter ( d ) , yang merupakan  2 radius atau 2 jari-jari , sehingga ketentuan panjang jari-jari ( r ) adalah sama dengan panjang ( 1/2 x d ) , maka dalam mencari luas atau penampang dari suatu lingkaran , sebagai rumus dasar lingkaran yang dipergunakan , adalah  ( berdasar penemunya : Pi  , hukum Pi = Phitagoras  ?  ) :

luas lingkaran = 1/4 x ( Pi ) x d 2

atau      =  ( Pi ) x r 2 

Dan rumus dasar yang dipergunakan dalam menentukan panjang keliling lingkaran adalah :

panjang keliling lingkaran =  ( Pi ) x d

atau      =   ( Pi ) x 2 x r

Dan karena masih tergelitik dengan nilai konstan (Pi) tersebut , akhirnya saya mencoba mencari pemecahan sendiri . Langkah pertama yang saya lakukan, adalah mencari panjang keliling dengan nilai konstan ( Pi ) pada suatu lingkaran dengan diameter (d) adalah bilangan dengan satuan unit yang bulat , yaitu 1 cm , saya memilih angka 1 ( satu ) , karena , dalam perkalian akan menghasilkan nilai yang sama untuk bilangan yang akan dikalikan , dalam hal ini adalah nilai konstan ( Pi ) tersebut.

Jadi pada kalkulasi , dengan ukuran diameter yang bulat (d) = 1 cm ,  jelas akan ditemukan nilai yang sama dengan nilai konstannya , dalam rumus ini adalah ( Pi = 3.14 ) , yaitu ;

panjang keliling lingkaran = ( Pi )  x  d ,  maka

3,14  x  1 cm   = 3,14  cm

Di sini, saya kemudian melilitkan seutas benang tali pada sebatang besi dengan diameter 1 cm . Setelah terlilit satu putaran penuh dan rapi terpotong , kemudian lilitan itu saya bentangkan , dan bentangan tersebut kemudian saya ukur , dan karena alat ukur yang saya pergunakan waktu itu adalah penggaris besi dalam ukuran per stripnya adalah 0.5 mm , saya hanya mampu membaca ukuran sampai pada panjang = 31.5 mm  ( 3,15 cm ) dan kurang lebihnya .

Demikian pula dengan menerapkan diameter pada pipa dengan diameter bersatuan unit inchi, yaitu pipa dengan diameter 1 inchi , saya dapat memperoleh ukuran bentangan dengan kawat yang lebih presisi dengan konversi , 1 inchi  = 25,4 mm . Sehingga pada kawat yang dililitkan pada sekeliling diameter pipa tersebut , setelah dibentangkan , panjang keliling terukur ;  3,14 inchi , atau dalam mm terukur  ;  79,83 mm .  ( dengan digital kaliper 3 digit , terukur 79,832 mm ) . Atau jika kemudian dihitung dengan ketentuan rumusnya :

 panjang keliling lingkaran = ( Pi ) x d

3,143  inchi   x  25,4 mm  =  79,832 mm

Dari pengukuran tersebut, akhirnya saya  merasa yakin , bahwa hasil panjang keliling dari diameter ( d ) = 1 ( satu ) , yang dibuat dengan semua jenis satuan unit , akan menghasilkan panjang keliling yang sama dalam jenis satuan unit yang dipergunakan , yaitu sebesar 3,14 , atau ( 3,143 dengan 3 angka di belakang koma ) . ( Jika dilakukan perhitungan dari 22/7 , akan diperoleh   angka sebesar ( 3,142657 ) dengan 6 angka di belakang koma ).

Dengan demikian , akhirnya saya berkesimpulan bahwa , nilai konstan ( Pi = 3,143 ) itu dapat dinyatakan sebagai berikut :

Adalah bentangan panjang keliling dari suatu lingkaran dengan diameter (d ) = 1 ( satu ) pada setiap unit satuan yang dipergunakan ( depa , hasta , mm , cm , meter , inchi , feet , dan  lain-lain ) , dan adalah nilai konstan untuk perkalian yang dipergunakan , dalam mencari panjang keliling , atau bentangan lingkaran-lingkaran  yang diameternya lebih besar dari pada 0 ( nol )  hingga tak terhingga “ .   

mencari l = pi   

 

MENCARI   KETENTUAN   LUAS   BERDASARKAN PANJANG  KELILING  DAN  HUBUNGANNYA DENGAN  ( Pi )

Dan bagaimana hubungannya hal pencarian Pi tersebut di atas dengan pencarian luas area pada suatu lingkaran , setelah mengetahui asal muasal nilai konstan ( Pi = 3,143 ) tersebut ? Perhatikan gambar berikut ini dengan seksama .

mencari luas 

Sebuah lingkaran dengan diameter  (d) dapat terisi penuh , jika pada bagian dalamnya diisi pula oleh lingkaran-lingkaran yang diameter (d) – nya secara gradiasi , mengecil secara konstan hingga sampai pada titik tengah ( titik pusat-nya ) , yang diameter (d) – nya adalah = 0 ( nol  ) , sebagai diameter (d) terakhir , yang dapat diketahui .   Dengan demikian , secara gradiasi , kita dapat mengandaikan , jika diameter selanjutnya setelah diameter (d) yang kita ketahui , adalah diameter (d’) dan diameter selanjutnya adalah diameter (d“) , dan seterusnya , hingga pada titik tengahnya , diameter (d0) , yang mempunyai diameter = 0 ( nol ) .

Dengan demikian , maka  panjang keliling dari masing-masing lingkaran yang ada di dalam lingkaran diameter (d) dan diameter gradiasinya , dapat diketahui perhitungannya berdasarkan rumus dasar perhitungan panjang keliling ( l ), ( l’ ), ( l”) hingga ( l 0 – l=0 )  –>  ( karena d0 = 0 ) ,  dengan  nilai konstan yang telah diketahui ( Pi = 3,143 ) .

Berdasar gambar di atas , kita dapat mengetahui panjang keliling lingkaran ( l ) dari suatu lingkaran dengan  diameter (d) , adalah sebesar :

panjang keliling ( l ) = ( Pi ) x d

atau = ( Pi ) x 2 x r

Tetapi, dalam hal ini  kita tidak perlu membuat kalkulasi atas pengandaian diamater-diameter dan panjang keliling lingkaran-lingkaran sebagaimana telah kita sebutkan tersebut di atas , tetapi kita dapat mengetahui nilai rata-rata yang dapat dihasilkan selanjutnya karena gradiasi yang konstan , antara lingkaran diameter (d) dan diameter ( d0 ) pada titik pusat , yaitu adalah sebagai berikut :

panjang keliling ( l ) rata-rata

=  [ panjang keliling ( l ) + panjang keliling  ( l 0 ) ]  /   2

=  { [ ( Pi ) x d ] + 0 }  / 2

=  [ ( Pi ) x d ]  /  2

atau 

  =  [ ( Pi ) x 2 x r ]  /  2  

=   ( Pi )  x  r

Dan panjang dari sisi terluar diameter (d) ke titik pusatnya ( pada diameter (d0) = 0 ) , atau merupakan jari-jari / radius (r) dari lingkaran dengan diameter (d) adalah , r = d/2 , maka , isian pada area / luas lingkaran diameter (d) dapat dihitung dengan hasil sebagai berikut :

area / luas  lingkaran (A)

= [ panjang keliling ( l ) rata-rata x   jari-jari / radius (r) ] 

= ( Pi )  x  r  x  r

= ( Pi )  x  r 2

 

atau

 

{ [ ( Pi ) x d ]  /  2 }  x  { d / 2 }

= [ ( Pi ) x d  2 ] / 4

= 1/4 x ( Pi ) x d 2

 

Nah, demikian akhirnya saya dapat dengan lega dan suka hati bisa membuat kalkulasi berdasarkan pengertian yang dapat saya pahami asalnya, dan tentunya hal ini tidak saja terjadi pada penggunaan rumus-rumus serta faktor-faktor perhitungan selanjutnya , karena berkaitan dan memang mutlak diperlukan .

Dan kita tunggu ulasan selanjutnya , mengenai perhitungan dan rumus-rumus pada bangun empat persegi .

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KALA BAHASA ARAB MENJADI BAHASA KAUM CERDIK CENDEKIA

Disadur dari : Buletin Sedarlah ! Bulan Februari 2012

Peta arab lama

SELAMA berabad-abad, bahasa Arab menjadi bahasa utama kaum cerdik cendekia. Mulai abad kedelapan M, para cendekiawan berbahasa Arab di berbagai kota di Timur Tengah menerjemahkan dan mengoreksi beragam naskah ilmiah dan filsafat dari zaman Ptolemeus
dan Aristoteles. Dengan demikian, para pakar berbahasa Arab melestarikan dan memperkaya karya para pemikir kuno.

 

Tempat Meleburnya Berbagai Gagasan

Pada abad ketujuh dan kedelapan Tarikh Masehi,dua kekuasaan baru muncul di Timur Tengah—mula-mula dinasti Umayyah, lalu dinasti Abbasiyah. Karena rakyat mereka di tanah Arab, Asia Kecil, Irak, Mesir, Palestina, dan Persia telah dipengaruhi oleh Yunani dan India,para penguasa baru itu memiliki sumber ilmu pengetahuan yang kaya. Bani Abbasiyah membangun sebuah ibu kota baru, Bagdad, yang  menjadi tempat meleburnya berbagai gagasan.Di sana, orang Arab bergaul dengan orang Armenia, Berber, India, Koptik, Persia, Tionghoa,Turki, Yahudi, Yunani, dan Sogdiana, daerah paling timur Sungai Oxus, kini dikenal sebagai Sungai Amu Darya, di Asia Tengah. Mereka bersama-sama menelaah dan membincangkan sains, memadukan berbagai opini tentang budaya mereka.

Para penguasa Abbasiyah di Bagdad menganjurkan para pemikir berbakat dari mana pun untuk memberikan sumbangsih bagi perkembangan intelektual di kekhalifahan itu. Ikhtiar yang terpadu dijalankan untuk mengumpulkan dan menerjemahkan ke bahasa Arab puluhan ribu buku dengan topik yang sangat beragam, antara lain alkimia, aritmetika, filsafat, fisika, geometri, kedokteran, dan musik. Khalifah al-Mansur, yang berkuasa dari 754 sampai 775 M, mengutus para duta ke istana Bizantium guna mendapatkan naskah-naskah matematika Yunani. Khalifah al-Makmun (813-833 M) juga berikhtiar mendorong kegiatan penerjemahan Yunani-Arab yang bertahan selama lebih dari dua abad. Maka, pada akhir abad kesepuluh, hampir semua naskah filsafat dan ilmiah Yunani telah diterjemahkan ke bahasa Arab. Tetapi, para pakar bahasa Arab tidak sekadar menerjemah. Mereka juga menyumbangkan buah pikiran asli mereka.

 

Diagram mata oleh Hunain bin Ishaq

prasasti arab lama

Sebuah halaman dari ”al-Qanun fi al-Thibb” karya Ibnu Sina

Sumbangsih Bahasa Arab

Banyak penerjemah bahasa Arab melakukan penerjemahan dengan akurat dan dengan kecepatan yang mengagumkan. Karena itu, beberapa sejarawan berpendapat bahwa para penerjemah itu tentu tahu banyak tentang pokok bahasannya. Lagi pula, sejumlah pakar menggunakan naskah terjemahan sebagai batu loncatan untuk pengkajian mereka sendiri.

Misalnya, tabib dan penerjemah Hunain bin Ishaq (808-873 M), seorang Nasrani Siria, memberikan sumbangsih penting bagi pemahaman tentang mata. Karyanya, yang berisi diagram anatomi mata yang akurat, menjadi acuan baku untuk ilmu kedokteran mata di negeri-negeri Arab dan Eropa. Filsuf dan tabib Ibnu Sina, dikenal di Barat sebagai Avicenna (980-1037 M), menulis puluhan buku dengan beragam topik, dari etika dan logika hingga kedokteran dan metafisika.

Kompilasi akbarnya, al-Qanun fi al-Thibb, mengulas pengetahuan medis kala itu, termasuk buah pikiran Galen dan Aristoteles, para pemikir Yunani yang tersohor. Al-Qanun menjadi buku panduan baku ilmu kedokteran selama kira-kira 400 tahun.

Para penelaah Arab memakai metode ilmiah, yang menjadi penentu utama kemajuan ilmu pengetahuan. Ini mendorong mereka menghitung ulang keliling bumi dan mengoreksi keterangan geografis yang ada dalam karya Ptolemeus. ”Mereka bahkan berani mempertanyakan pemikiran Aristoteles,” kata sejarawan Paul Lunde .

Kemajuan ilmu pengetahuan tecermin dalam banyak bidang kehidupan, seperti pembangunan waduk, saluran air, dan kincir air, yang beberapa di antaranya masih ada sampai sekarang. Naskah-naskah asli tentang pertanian, botani, dan agronomi membantu para petani dalam memilih tanaman yang paling cocok untuk suatu wilayah guna meningkatkan panenan. Pada 805 M, Khalifah Harun ar-Rasyid mendirikan sebuah rumah sakit. Inilah yang pertama di kekhalifahannya yang luas. Tak lama kemudian, setiap kota besar di wilayah kekuasaannya memiliki rumah sakit.

 

Pusat-Pusat Baru Ilmu Pengetahuan

Sejumlah kota di dunia Arab memiliki perpustakaan dan pusat ilmu pengetahuan. Di Bagdad, Khalifah al-Makmun mendirikan lembaga penerjemahan dan pengkajian yang disebut Baitul Hikmah, atau ”Rumah Hikmat”. Para stafnya terdiri dari para pakar yang digaji. Perpustakaan utama di Kairo konon menyimpan lebih dari satu juta buku. Sementara itu, Kordoba, ibu kota kekhalifahan Umayyah di Spanyol, memiliki 70 perpustakaan, yang menarik perhatian para pakar dan mahasiswa dari seluruh dunia Arab. Selama lebih dari dua abad, Kordoba menjadi pusat ilmu pengetahuan terkemuka.

Di Persia, tempat tradisi matematika Yunani dan India bercampur, para matematikawan mengembangkan sistem penggunaan angka nol dan posisi bilangan. Dalam sistem tersebut, nilai masing-masing angka ditentukan oleh letaknya dan penempatan simbol nol. Angka satu, misalnya, bisa bernilai satu, sepuluh, seratus, dan seterusnya. Sistem ini ”tidak saja menyederhanakan semua jenis penghitungan tetapi memungkinkan berkembangnya aljabar”, tulis Lunde. Para pakar Arab juga membuat lompatan besar di bidang geometri, trigonometri, dan navigasi.

Ketika sains dan matematika Arab berjaya, kelesuan intelektual melanda banyak bagian dunia lainnya. Bersamaan dengan itu, berbagai upaya dilakukan di Eropa abad pertengahan, khususnya di biara-biara, untuk melestarikan karya para pakar kuno. Tetapi, hasilnya tak seberapa jika dibandingkan dengan hasil dari dunia Arab. Namun, sejak abad kesepuluh, situasinya mulai berubah tatkala berbagai karya dalam bahasa Arab mengalir ke Barat.  Pada akhirnya, aliran ini bertambah deras dan Eropa pun mengalami kebangkitan dalam bidang ilmiah.

Ya, gambaran sejarah yang utuh menunjukkan bahwa pengetahuan yang ada saat ini di bidang sains dan bidang-bidang terkait bukanlah atas jasa satu bangsa atau satu masyarakat saja. Kebudayaan- kebudayaan yang lebih maju dewasa ini banyak berutang pada kebudayaan-kebudayaan terdahulu yang menggalang pengkajian, mempertanyakan konsep konsep kolot, dan memupuk pikiran kreatif.

prasasti arab lama 2 

Para cendekiawan Arab di sebuah perpustakaan di Basra , 1237 M

Posted in HISTORICAL PLACE | Leave a comment